3.10.14

tak terkata, cukup dirasa

Detik melarut dalam ketidakpastian
Mengabarkan debaran yang menggelora
Ada harap, ada cemas, ada kerinduan
Merangkum dalam sebentuk rasa
Tanpa kata, tanpa suara
Hanya angan yang kian menjauh
Melebur dalam segumpal darah memerah
Teronggok, menyudut, berdetak
Dan... percayalah
Apapun nestapa yang menyerta
Masih ada tanda kehidupan disana
Dan, begitulah
Selalu ada selaksa asa
Yang mau tidak mau wajib tersyukuri
Karena faktanya...
Tuhan bicara kebenaran
Bahwa dalam setiap kesempitan,
Selalu ada kelapangan menyerta

(170914)

2 komentar: